online banking, cara praktis untuk melakukan transaksi secara daring - jurnalku

online banking, cara praktis untuk melakukan transaksi secara daring

Internet Banking atau Online Banking, Adalah Cara Praktis Untuk Melakukan Transaksi Perbankan Secara Daring, Yang Dikenal Dengan e-Banking.


online banking

Online Banking, mobile banking, atau e-Banking merupakan aplikasi keuangan atau layanan perbankan menggunakan teknologi internet, teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan berbagai transaksi baik tunai maupun non tunai.

Dengan semakin banyak dan tingginya jumlah transaksi bank, penggunaan mesin ATM dan online banking sangat membantu untuk mengurangi antrian masyarakat atau nasabah yang ingin melakukan transaksi keuangan di kantor Bank.

Apalagi selama masa pandemi Covid-19 sekarang ini dimana kebijaksanaan social distancing juga diterapkan pada dunia perbankan, sehingga masyarakat sangat bergantung pada mesin ATM dan aplikasi online banking dalam melakukan berbagai transaksi keuangan.

Sebagai contoh, warga atau penduduk provinsi DKI Jakarta penerima Bantuan Langsung Tunai, penerima Kartu Jakarta Pintar, para pensiunan, dan sebagainya tidak harus berdesak-desakan di kantor Bank, dikarenakan mereka dapat menggunakan handphone untuk bertransaksi melalui online banking.

Dasar Hukum penyelenggaraan online banking di Indonesia adalah Peraturan Bank Indonesia Nomor : 9/15/PBI/2007 tentang penerapan manajemen resiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum.

Untuk menyediakan layanan online banking atau e-Banking, Bank harus memiliki infrastruktur pendukung yang dibutuhkan seperti :

  • Aplikasi yang canggih dan mudah digunakan masyarakat dan aman.
  • Jaringan online banking yang luas agar dapat menjangkau masyarakat dimana saja.
  • Dapat diandalkan dan berbiaya murah.

Dengan menyediakan fasilitas online banking, Bank juga mendapat tambahan penghasilan dari biaya transaksi yang dilakukan oleh masyarakat atau nasabah, dan mengurangi beban kerja karyawan bank.

Selain itu Bank yang menyediakan fasilitas online banking atau e-Banking akan dapat melakukan ekspansi tanpa harus mendirikan kantor Bank baru atau menambah jumlah mesin ATM.

Untuk mendirikan n Cabang atau Unit Cabang, Bank harus mendidik calon karyawan, membangun atau menyewa gedung, dan fasilitas pendukung lainnya yang memerlukan biaya besar. 

Sebelum bank memiliki fasilitas online Banking atau e-Banking, jika suatu bank ingin ekspansi dan memperluas jaringan pelayanannya kepada masyarakat, maka bank tersebut mendirikan Cabang dan Unit Cabang baru di berbagai daerah.

Dengan memiliki banyak Cabang dan Unit Cabang, suatu bank akan semakin banyak melayani masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan baik itu transaksi tunai maupun non tunai. 

Awal dari era e-banking dimulai dengan digunakannya mesin Automated Teller Machine atau ATM untuk melakukan transaksi tunai atau menarik uang oleh nasabah, sehingga tidak harus antri di Teller.

Kelemahan dari penggunaan mesin ATM diantaranya adalah :

1. Mesin ATM bank tertentu terkadang berada jauh dari tempat tinggal nasabah.

2. Stock uang terkadang kosong atau error ketika nasabah hendak menarik uang.

3. Nasabah hanya dapat menarik uang dalam jumlah tertentu.

4. Nasabah terkadang merasa kurang aman jika mengambil di mesin ATM di tempat umum yang tidak ada petugas keamanan disana, terutama di malam hari.

5. Banyaknya kasus pembobolan uang nasabah melalui mesin ATM dengan berbagai modus.

6. Kertas struk bukti transaksi bank menggunakan kertas yang tulisannya dapat hilang sendiri, dan terkadang kertas tidak tersedia di mesin ATM. 

Selain dengan menggunakan mesin ATM, nasabah juga dapat menggunakan Electronic Data Capture atau EDC, yaitu alat untuk membaca data kartu kredit maupun kartu debit nasabah ketika melakukan transaksi pembayaran di minimarket, merchant, restoran, Cafe, supermarket, dan sebagainya.

Kemudian seiring dengan hadirnya teknologi seluler lahirlah produk e-Banking lainnya yaitu SMS Banking, yaitu layanan transaksi melalui pesan singkat telepon seluler dan meningkat menjadi phone Banking.

Seiring dengan kemajuan teknologi internet, teknologi informasi dan telekomunikasi, beberapa bank menyediakan aplikasi online banking dengan menggunakan smartphone dan membuat website untuk nasabah yang mengunakan komputer untuk bertransaksi.

Salah satu bank BUMN bahkan membeli satelit untuk memperluas jaringan dan mengoptimalkan pelayanan online banking kepada nasabah di seluruh Indonesia.

Kemajuan online banking atau teknologi perbankan bukanlah tanpa kelemahan. Masih ada celah yang dapat digunakan oleh para penjahat atau penipu untuk mencuri uang nasabah. 

Modus kejahatan yang paling mudah untuk menipu para nasabah bank agar mereka mentransfer sejumlah uang ke rekening penjahat diantaranya dengan cara :

A. Menghubungi nasabah via telepon dengan memberi kabar salah satu keluarga nasabah mengalami musibah atau mengalami kecelakaan lalu lintas, dan membutuhkan sejumlah besar uang untuk biaya pengobatan.

B. Mengirimkan SMS Pemenang Undian palsu suatu bank kepada nasabah target seperti memenangkan hadiah mobil dan harus mentransfer sejumlah besar  uang terlebih dahulu untuk pelunasan pajak.

C. Menghubungi para nasabah dengan telepon dengan mengaku sebagai Account officer atau perugas bank yang sedang melakukan cross check data nasabah dengan meminta nasabah menyebutkan data-data seperti nomor akun, PIN, Password, dan sebagainya. 

D. Penjahat menggunakan ilmu gendam atau hipnotis agar nasabah menuruti perintah penjahat untuk menguras uang di rekeningnya, baik secara tunai maupun transfer rekening.


Kemajuan teknologi internet, teknologi informasi dan telekomunikasi juga dimanfaatkan oleh para penjahat cyber atau hacker mencuri uang nasabah melalui online banking. 

Mereka berusaha untuk mendapatkan data pribadi nasabah seperti username, password, PIN, kode OTP, untuk mereka gunakan membobol rekening nasabah.

Kejahatan yang dilakukan oleh hacker ini dikenal dengan sebutan phishing, dan dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang memiliki pengetahuan tentang online banking dan dengan menggunakan teknik tertentu untuk mencuri data-data nasabah seperti :

  • Data pribadi nasabah 
  • Data identitas diri nasabah 
  • Data mobile banking nasabah 
  • Data kartu debit atau kartu kredit nasabah. 
  • Data akun lainnya seperti e-Wallet, e-commerce, dan sebagainya.


Berikut adalah modus kejahatan cyber lainnya yang sering digunakan oleh para penjahat cyber, yaitu :

1. Pharming, yaitu penjahat atau hacker melakukan pengalihan dari situs yang sah suatu bank ke situs palsu tanpa diketahui dan disadari oleh nasabah, untuk mengambil data-data yang diinput oleh nasabah.

2. Spoofing, yaitu dimana penjahat menggunakan perangkat lunak, nama, alamat e-mail, dan nomor telepon palsu di komputer untuk melakukan berbagai penipuan.

3. Keylogger, yaitu kejahatan cyber dengan menggunakan aplikasi yang dapat merekam penggunaan tombol keyboard yang digunakan oleh nasabah pada saat melakukan transaksi online banking. 

5. Sniffing, yaitu dimana penjahat cyber melakukan penyadapan paket data yang lalu-lalang di jaringan komunikasi dan internet, untuk mendapatkan data-data nasabah. 


Cara menghindar dari berbagai modus kejahatan pada online banking, mobile banking, e-Banking, agar terhindar dari kerugian. 


1. Jika anda menggunakan komputer, laptop, atau tablet dalam melakukan transaksi online banking, sebaiknya selalu melakukan clear history pada browser yang digunakan. 

2. Jika menggunakan smartphone dalam melakukan transaksi mobile banking, sebaiknya anda tidak menggunakan keyboard jenis Qwerty, atau selalu membersihkan memori keyboard anda setelah melakukan transaksi. 

3. Mengganti Password secara berkala dan jangan membuat password yang mudah diterka penjahat seperti tanggal lahir.

4. Jangan menggunakan wi-fi pada fasilitas umum seperti di Hotel, Restoran, Cafe, dan sebagainya untuk menghidari kebocoran data pribadi anda ketika melakukan transaksi perbankan.

5. Jangan meminta bantuan orang lain dengan memberikan password akun anda untuk melakukan transaksi keuangan.

6. Kenali dengan benar situs web internet banking, aplikasi online banking anda agar terhindar dari situs atau aplikasi palsu penjahat cyber.

7. Secara rutin menyimpan bukti transaksi, dan mengecek saldo rekening anda baik secara online maupun offline agar dapat mengetahui mutasi rekening anda.

8. Jangan membawa kartu debit dengan jumlah saldo besar di dompet, jika tidak ada keperluan transaksi keuangan yang membutuhkan dana besar. Ada baiknya kartu tersebut disimpan di rumah jika tidak digunakan.


Kejahatan perbankan lainnya yang baru-baru ini terjadi adalah penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh salah satu Kepala Cabang sebuah bank, dimana total kerugian uang nasabah mencapai 22,8 miliar rupiah milik salah satu nasabahnya.


Semoga kita terhidar dari kejahatan online banking, mobile banking, dan lainnya....




0 Response to "online banking, cara praktis untuk melakukan transaksi secara daring"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...